Deskripsi Pekerjaan
Informasi lengkap tentang posisi dan persyaratan
Ringkasan Yukerja
Lowongan Independent Smallholder Supervisor di Rea Kaltim Plantations kami kurasi dari JobStreet (kategori Teknologi & IT). Perhatikan lokasi kerja (Kembang Janggut, East Kalimantan) sebelum melamar. Yukerja.com bukan pemberi kerja — lamaran diproses di situs sumber resmi.
Key responsibilities:
Manajemen projek di berbagai tahap pengembangan dan pelaksanaan diantaranya: identifikasi, memetakan, mengumpulkan dan menganalisa isu sosial, keterampilan, aset, resiko sosial, kelompok minioritas dan kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional maupun area yang bersinggungan dengan perusahaan.
Membuat perencanaan, pengembangan, dan mengimplementasikan inisiatif pengembangan dan keterlibatan masyarakat untuk mencapai tujuan strategis PT REA KALTIM PLANTATIONS di level masyarakat, pemerintahan desa hingga provinsi.
Merencanakan strategi kolaborasi dengan pemangku kepentingan di level desa, kabupaten, dan provinsi terkait pengembangan program pemberdayaan masyarakat, rantai pasok, dan sertifikasi minyak kelapa sawit berkelanjutan (RSPO/ISPO) .
Mengembangkan program pemberdayaan masyarakat (CSR/Comdev), rantai pasok, dan skema minyak kelapa sawit berkelanjutan (RSPO/ISPO) khususnya di level koperasi, petani swadaya, gapoktan, maupun badan usaha milik desa (BUMDes).
Melakukan pendampingan teknis kepada koperasi dan/atau petani swadaya dalam memenuhi skema sertifikasi berkelanjutan (RSPO/ISPO).
Melakukan kolaborasi dengan perwakilan masyarakat maupun departemen lain untuk menangani permasalahan masyarakat, baik berkaitan dengan bantuan perbaikan fisik infrastruktur, peningkatan lingkungan maupun berkenaan dengan isu/fasilitas lain yang diperlukan di level desa.
Requirements:
Pendidikan minimal D3/S1 di bidang Sosial, Pertanian, Kehutanan, Ekonomi, atau bidang terkait lainnya.
Memiliki pengalaman kerja minimal 3-5 tahun pengalaman di bidang Community Development atau pengelolaan petani kecil (smallholder) perkebunan kelapa sawit.
Memiliki kemampuan mengelola program-program pemberdayaan, termasuk alokasi anggaran, pemantauan, dan evaluasi.
Menguasai proses dan dinamika rantai pasokan untuk smallholder, termasuk pengelolaan kebun.
Memahami implementasi IUDR, FPKM, resolusi konflik, terminologi dan implementasi HCV-HCS skala perusahaan dan masyarakat akan menjadi nilai plus.
Memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial.